Tajuk

Musim Kemarau

Musim kemarin yang terjadi pada tahun ini diperkirakan akan lebih kering dari sebelum-sebelumnya. Kondisi ini akan terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia, salah satunya di sebagian wilayah Sumatera. Dan, puncak kemarau tahun ini diprediksi akan terjadi pada Agustus - September 2019 mendatang.

Sebab itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika meminta kepada seluruh masyarakat untuk mewaspadai situasi ini. Pemerintah dan seluruh masyarakat diharapkan meningkatkan kewaspadaan dan bersiap bijak terhadap kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi, seperti bencana kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, dan menyusutnya ketersediaan air bersih.

Bagi kita yang berada di Kepri dan Batam khususnya, informasi ini hendaknya menjadi peringatan. Peringatan dalam arti, masyarakat harus bijak menyikapi kondisi itu. Seperti yang telah dirasakan sejak beberapa waktu terakhir, suhu panas di Batam dan sejumlah daerah di Kepri telah mengakibatkan terjadinya beberapa kali kebakaran lahan.

Musim kemarau ini juga hendaknya disikapi dengan rasa sadar saat menggunakan air bersih. Batam yang sumber air bakunya ada di sejumlah Dam dikhawatirkan akan mengalami pengusutan. Masih ingat pada beberapa tahun lalu. Saat musim kemarau terjadi, debit air di sejumlah Dam di Batam mengalami penurunan. Hal itu berdampak dengan diberlakukannya rasionting atau menggilir pasokan air ke pelanggan. Semoga saja hal itu tidak terjadi tahun ini dan tahun-tahun selanjutnya.

Agar hal itu tidak terjadi, sikap hemat dan bijak menggunakan air bersih perlu dibudayakan di tengah masyarakat. Bagaimanapun juga, Batam sangat bergantung pada air yang ada di sejumlah Dam di daerah ini.

Musim kemarau akan menimbulkan sejumlah masalah bagi masyarakat. Karena itu, informasi yang disampaikan BMKG tersebut hendaknya dapat disikapi dengan baik dan bijak. ***



[Ikuti HaluanKepri.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar