Tajuk

Wadah untuk Individu yang Bemasalah

Tingginya dinamika kehidupan dan persoalan sosial, terkadang membuat sejumlah orang tidak bisa berpikir jernih. Akibatnya, mereka mencari kompensasi dengan melakukan hal-hal negatif. Sebut saja, membalas dendam hingga mencelakai diri sendiri.

Beberapa waktu terakhir, masyarakat di Kepri disajikan dengan pemberitaan tentang aksi mencelakai diri, seperti bunuh diri yang terjadi di Tanjungpinang, Batam, dan yang di Karimun, pada Selasa (12/3/2019) malam.

Kasus-kasus ini seolah memberi gambaran bahwa ada hal yang tidak sanggup ditelaah secara baik oleh korban. Lalu, mereka tidak memiliki tempat untuk mencari solusi. Akibatnya, mereka terperangkap dalam pikirannya sendiri. Saat mengalami kebuntuan, saat itu pula mereka tidak bisa berpikir jernih.

Ini merupakan salah satu gejala di tengah perkembangan daerah yang sedang menuju kearah modern. Hampir di setiap kota besar dijumpai kasus-kasus seperti ini. Sebuah persoalan individu yang juga memberi dampak terhadap sosial masyarakat secara umum.

Munculnya fenomena ini, sudah seharusnya disikapi oleh pihak berkompeten, seperti dinas sosial atau pihak-pihak yang dapat memberikan pencerahan pada mereka yang mengalami persoalan dalam hidupnya. Dalam arti sederhana, sudah waktunya di tiap kota dan kabupaten dibentuk sebuah wadah yang bisa menampung persoalan yang dialami oleh individu yang sedang mengalami penurunan semangat atau sejenisnya. Wadah ini dapat diisi oleh para psikolog atau psikiater atau mereka yang memiliki kompetensi dalam memberikan pemikiran dan solusi atas persoalan yang dihadapi oleh individu yang "bermasalah".

Wadah ini memang bersifat sosial, namun bukan tidak mungkin ada anggaran yang bisa dialokasikan oleh pemerintah di masing-masing daerah dan kabupaten. Wadah ini dinilai bisa menjadi salah satu tempat "curhat" bagi individu yang bermasalah. Dan wadah ini juga dinilai sebuah usaha untuk meminimalisir kasus-kasus negatif di tengah masyarakat. ***



[Ikuti HaluanKepri.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar