Tanjung Pinang

BNNK dan Lapas Teken MoU Berantas Narkoba

TANJUNGPINANG (HK) - Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Tanjungpinang dan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas IIA Tanjungpinang, sepakat melakukan pemberantasan narkoba secara bersama melalui program Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelar Narkoba (P4GN) dilingkungan Lapas Tanjungpinang. 

Kesepakatan keduanya dituangkan dalam penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU), Kamis (14/3), di Lapas Tanjungpinang di KM 18 Kijang, Kabupaten Bintan. Yang langsung ditandatangani oleh Kepala Lapas IIA Tanjungpinang Haswem Hasan dan Kepala BNNK Tanjungpinang Darsono. 

Dikesempatan itu, Haswem mengatakan pihaknya berkomitmen mewujudkan program P4GN tersebut. Terlebih program tersebut telah dilaksanakan secara terpadu di seluruh Indonesia oleh Kementerian Hukum dan HAM dan Direktur Jendral Pemasyarakatan bersama BNN RI.

"Jadi kita pun harus ikut mendukung, baik itu petugas dan warga binaan. Tidak ada lagi warga binaan menggunakan hand phone di dalam Lapas secara ilegal. Kepada seluruh petugas mari sama-sama kita mendukung baik pelaksanan zona integritas maupun pemberantasan narkoba," ungkap Haswem yang juga mendeklarasikan Pencanangan Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBK WBBM).

MoU bertujuan agar terjadi kerjasama yang mengikat dalam hal pemberantasan narkoba. Hal ini sesuai dengan perintah Kanwil Kemenkumham Kepri, harus perang terhadap narkoba. Jika ada pelanggaran narapidana berupa memesan narkoba untuk masuk ke dalam Lapas, dirinya akan memberikan sanksi tegas sebagaimana aturan berlaku. 

"Kita harapkan tidak ada lagi pungli dan narkoba, kita sebagai pegawai tidak ada toleransi terkait nakroba. Berapa pun jumlah narkobanya jika kedapatan akan diberi sanksi yang cukup berat hingga pemecatan. Jadi jangan sampai terlibat, karena sudah banyak contoh," tegasnya.

"Mari sama-sama kita menasehati dan saling menjaga baik itu petugas Lapas dan Warga Binaan agar di dalam Lapas ini terbebas dari Halina, (Hp, pungli dan narkoba). Kita tegakkan aturan yang ada. Serta layani masyarakat sesuai tupoksi kita," sambungnya.

Sementara itu, Darsono juga menyampaikan BNNK Tanjungpinang selalu siap bekerja sama dengan semua pihak dalam rangka program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). 

"Tentu saja kita siap, dan kita sangat senang bila semua pihak dapat bekerjasama dengan kita memberantas narkoba, karena pada dasarnya ini adalah tugas dan tanggung jawab kita semua dalam menyelamatkan bangsa dan generasi kita dari pengaruh bahaya narkotika," jelasnya.

Komitmen ini, kata Darsono dilakukan dari pemeriksaan pengunjung yang lebih ketat, serta warga binaan yang tidak menggunakan hand phone yang bisa saja disalahgunakan. Kemudian juga dilakukannya tes urine kepada petugas Lapas yang dirahasiakan jadwal pelaksanaannya.

"MoU ini merupakan salah satu implementasi dari Inpres No 6 tahun 2018. Dimana bagi seluruh lembaga baik kementerian maupun non kementerian yang ada harus bebas dari nakroba. Tidak hanya bebas narkoba, namun ikut serta dalam pencegahan dan pemberantasan narkoba," tutupnya. (rco)



[Ikuti HaluanKepri.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar