Dunia

Kelompok Bersenjata Yaman Bebaskan WNI

JAKARTA (HK) - Pemerintah Indonesia berhasil membebaskan Warga Negara Indonesia (WNI) bernama Adib Nadim yang ditahan kelompok bersenjata di Yaman. Adib tiba kembali di tanah air dipulangkan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Muscat menggunakan penerbangan Oman Air didampingi oleh pejabat KBRI Muscat.

Adib ditangkap oleh kelompok bersenjata di Kota Yaslah, atau sejauh 30 kilometer dari Selatan Yaman, pada 28 November 2018. Adib ditahan selama 99 hari bersama sekitar tujuh warga negara asing lainnya hingga dibebaskan pada 7 Maret 2019.

"Alhamdulillah saya bisa bebas. Terima kasih atas bantuan KBRI dan Pemerintah yang sudah mengupayakan pembebasan saya," ujar Adib saat diterima Duta Besar RI Muscat, Mustofa Taufik Abdul Latif, setelah pembebasan tersebut, Kamis (14/3).

Adib merupakan seorang mahasiswa Universitas Darul Hadits, Sihr, Hadramaut. Ia berangkat ke Yaman untuk meneruskan studinya pada 2013. Saat ditangkap, ia tengah menemani sahabatnya, WN Malaysia, untuk menjenguk keluarganya di Kota Sanaa.

Upaya pembebasan Adib dilakukan melalui kerja sama dengan otoritas keamanan Kesultanan Oman dan kontak-kontak KBRI Muscat yang ada di Sanaa. Dalam kesempatan pertemuan bilateral antara Menteri Luar Negeri (Menlu) Indonesia dengan Menlu Oman Yusuf Alawi bin Abdillah, Menlu menyampaikan pencapaian pemerintah Indonesia dalam melindungi WNI di luar negeri.

"Atas nama Pemerintah Indonesia, saya menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuan otoritas keamanan Kesultanan Oman dalam pembebasan seorang WNI di Yaman," ujar Menlu Retno di Gedung Pancila Kementerian Luar Negeri Indonedia, Kamis.

Sejak pecahnya  konflik bersenjata pada 2015, Pemerintah Indonesia mengeluarkan imbauan kepada seluruh WNI untuk tidak berkunjung ke Yaman. Hingga kini pun imbauan tersebut belum dicabut. Secara umum situasi keamanan di Yaman juga belum kondusif bagi warga negara asing. (rpk)



[Ikuti HaluanKepri.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar