Upaya Memastikan Pemilu Berjalan Aman

Bawaslu Waspadai Bahaya Peretasan

Penguatan Kelembagaan - Pembukaan penguatan perencanaan anggaran yang digelar Bawaslu beberapa waktu lalu.

TANJUNGPINANG (HK)- Komisionoer Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Kepri, Indrawan mengatakan pihaknya akan terus mewaspadai bahaya peretasan pada sistem sofware yang dibangun.

"Belajar dari pengalaman Pemilu sebelumnya, bukan hanya KPU yang perlu mewapadai 'hacker' melainkan juga Bawaslu Kepri," kata Indrawan, Jumat (15/3).

Menurut Indrawan, potensi itu peretasan sistem itu dapat saja terjadi, baik pada data software dibutuhkan untuk mempermudah kerja Bawaslu dan KPU Kepri.

"Data digital juga meningkatkan kinerja perangkat penyelenggara pemilu di daerah-daerah di Kepri, apalagi wilayah ini terjadi dari pulau-pulau," ungkap Indrawan.

Karena itu, sistem digital dibutuhkan meski tetap mengacu pada data dari hasil kegiatan manual.

Untuk itu, lanjut Indrawan tak hanya Bawaslu, KPU Kepri serta KPU kabupaten dan kota di Provinsi Kepri harus memastikan sistem komputeralisasi yang dibangun kuat sehingga tidak dapat diretas.

Menurutnya, KPU tampak terus-menerus meningkatkan sistem keamanan agar tidak mudah diretas oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab.

"Peretasan sistem kepemiluan dapat menimbulkan kekacauan sehingga perlu diawasi secara ketat," tegas Indrawan

Sementara itu, Ketua KPU Kepri, Sriwati mengatakan sistem komputerasi yang dibangun KPU RI sampai ke provinsi, hingga kabupaten dan kota, berlapis. Karena itu sistem penyimpanan data software sulit diretas.

Jika terjadi kerusakan atau diretas 'hacker', kinerja KPU RI maupun KPU tingkat provinsi hingga kabupaten dan kota tidak terlalu terganggu, karena sistem komputeralisasi ini sebagai alat bantu, bukan perlengkapan utama. (Efr)



[Ikuti HaluanKepri.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar