Batam

Pembagian Sembako Murah Salah Sasaran

Ratusan Warga Tanjungbuntung Kecewa

BENGKONG -- Sebanyak 650 paket sembako murah dibagikan kepada masyarakat Kelurahan Tanjungbuntung, Kecamatan Bengkong, di halaman kantor kelurahan setempat, Rabu (9/10) mulai pukul 09.00 WIB sampai pukul 11.00 WIB. Sayangnya, pembagian paket yang berisikan gula, beras, minyak goreng dan beberapa kebutuhan pokok lainnya tersebut salah sasaran sehingga menimbulkan kekecewaan warga.

Pembagian paket oleh Bagian Ekonomi Pemko Batam itu dimulai dengan membagikan kupon kepada masyarakat yang datang ke halaman Kantor Kelurahan Tanjung Buntung. Ketika 650 paket sembako sudah dibagikan, masih ada ratusan masyarakat yang bertahan. Mereka mengaku belum mendapatkan paket sembako tersebut.

Tak pelak, warga pun tak kuasa menahan kecewa. Salah seorang warga yang tidak kebagian paket, Siti Ramlah mengaku sangat kecewa dengan sistem pembagian yang dilakukan Pemko Batam tersebut. Pasalnya kupon pengambilan paket tidak dibagikan kepada pihak-pihak yang berhak mendapatkan paket murah tersebut, tapi dibagikan secara merata kepada setiap orang yang datang ke lokasi pembagian.

"Saya sangat kecewa, kenapa kita tidak kebagian padahal kita warga di sini," ujar Ramlah sambil menunjukkan telunjuknya kearah rumahnya yang terletak tidak jauh dari kantor Kelurahan Tanjungbuntung.

Yang lebih mengecewakan lagi, kata Ramlah, dia dan beberapa warga yang kurang mampu tidak ditanggapi dengan serius oleh panitia pembagian paket sembako. Padahal berdasarkan pantauan mereka, sebagian dari warga yang mengambil paket sembako murah tersebut terindikasi bukan warga kurang mampu, tapi hanya melintas dan kebutulan melihat ada acara pembagian paket sembako.

Lurah Tanjungbuntung Joko Santoso membenarkan adanya kekecewaan dari ratusan warganya. Menurutnya, proses pembagian paket sembako murah yang dilakukan oleh Bagian Ekonomi Pemko Batam, tidak tepat sasaran dan sangat rawan memicu terjadinya konflik antar warga.

"Proses pembagiannya tidak tepat sasaran, dan ini bisa menimbulkan konflik," ujar Joko saat ditemui di ruang kerjanya.

Menurutnya, seharusnya pembagian kupon paket bantuan diserahkan pada pihak kelurahan, bukan dibagikan langsung oleh panitia dari Bagian Ekonomi Pemko Batam, karena menurutnya prangkat kelurahanlah yang lebih mengetahui siapa warga-warganya yang pantas untuk mendapatkan bagian paket sembako murah tersebut.

"Harusnya kupon diserahkan ke kita untuk membagikan kewarga, bukan malah dia yang membagikan langsung karena mereka tak punya warga," kata Joko.

Untuk menghindari kejadian serupa terjadi di kelurahan lain, Joko berharap agar mekanisme pembagian paket sembako murah dari Pemko Batam diubah total. Dimana kedepannya bukan lagi Bagian Ekonomi Pemko yang membagikan kupon, tapi pembagian kupon langsung ditangani oleh pihak kelurahan dengan melibatkan seluruh RT/RW yang ada.

Menurutnya, memang sembako tersebut tidak gratis, dimana masyarakat harus mengeluarkan uang Rp50 ribu untuk mendapatkan paket senilai Rp75 ribu bila dibeli di pasara. Namun menurutnya, sistem pembagian paket tersebut terkesan semberawut dan berpotensi menimbulkan kebencian warga ke pihak kelurahan. (cw55).



[Ikuti HaluanKepri.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar