Batam

Apekti Jamin Stok Gula Aman

BATAM CENTRE -Asosiasi pengusaha gula dan terigu (Apekti) Kepri menjamin hingga dua bulan ke depan atau saat Ramadhan dan Idul Fitri, stok gula di Batam aman. Pasalnya asosiasi ini mendatangkan sebanyak 2.000 ton gula asal Lampung. Ketua Apekti Kepri Abdullah Gosse mengatakan, gula asal Lampung ini diperkirakan dalam minggu ini bisa didapat masyarakat Batam. Gula ini bisa dibeli seharga Rp10.500 per kilogramnya.   
"Gula asal Lampung ini untuk persediaan Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri," ujar Gosse kepada wartawan, Rabu (21/7).

Soal langkanya gula di Batam, menurut Gosse itu adalah hal wajar. Ia mengatakan, kelangkaan gula juga terjadi di hampir seluruh kota di Indonesia dan sudah menjadi masalah nasional.

"Bukan karena adanya permainan atau penimbunan yang dilakukan pengusaha," ujarnya.

Menurut Wakil Ketua Bidang Investasi Kadin Kepri ini, kelangkaan gula merupakan dampak dari ditutupnya kran impor gula. Meskipun begitu, hal ini sebenarnya merupakan langkah pemerintah untuk menyelamatkan petani gula nasional.

Apakah pengusaha bisa mengimpor gula? Gosse menjawab tentu bisa. Asal saja pengusaha memenuhi syarat dan ketentuan dan atas persetujuan Dewan Gula Nasional.

"Jadi tidak bisa seenaknya pengusaha main impor dari luar negri. Kalau mendatangkan seenaknya tanpa ada keputusan dari Dewan Gula Nasional, dijamin pengusaha tersebut akan ditangkap. Kecuali pengusaha mendatangkan gula dari daerah. Sebanyak apapun mendatangkan gula selama mempunyai  PGATP ( Pengangkut Gula Antar Pulau) tidak akan dilarang atau diusik," jelasnya.

Gosse menambahkan, jika warga menemukan gula impor dipasaran itu  merupakan sisa impor tahun sebelumnya. "Jadi memang wajar kalau langka dan mahal, karena yang ada dipasaran hanya sisa impor sebelumnya," katanya. (sm/dh)



[Ikuti HaluanKepri.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar