Natuna

Yulia Tunggu Panggilan dari Yayasan Azizah Foundation

Menderita penyakit Hydrocephalus

RANAI- Ketua YKAI Cabang Natuna, Ngesti Yuni Suprapti mengatakan, Yulia Vernia bocah penderita Hydrocephalus (kepala membesar), warga Air Kolek Kelurahan Ranai, tinggal menunggu panggilan dari pihak Yayasan Azizah Foundation untuk melaksanakan operasi.

"Seluruh berkas Yulia mulai dari data identitas diri, surat rujukan dan keterangan medis berikut dengan foto Yulia sudah kita kirim dan sudah sampai di Yayasan penanganan penyakit Hydrocephalus Jakarta. Sekarang kita tinggal menunggu panggilan kapan Yulia sudah bisa diberangkatkan kesana" Ujar Ngesti saat ditemui usai megikuti acara lomba sandal bakiak di Sanggar Laksamana, Minggu (18/12).

Menurut Ngesti, alasan kenapa Yulia sampai hari ini belum jugua diberangkatkan, karena pihak Yayasan saat ini masih menangani penyakit yang sama di Jakarta, sehingga setelah selesai penanganan disana, Yulia akan segera di panggil untuk melaksanakan pengobatan. " kita berharap, menunggu surat panggilan untuk Yulia sampai ke Natuna, kesehatan Yulia tetap terjaga. Dan kita akan mengawasinya terus" Katanya.

Sampai saat ini, lanjut Ngesti, YKAI terus memantau perkembangan kondisi kesehatan Yulia melalui komunikasi dengan kedua orang tua Yulia setiap hari. Hal ini demi mendapatkan informasi sedini mungkin terhadap kesehatan Yulia. " kami tidak ingin ada kekurangan sesuatu apapun selama Yulia masih berada di rumahnya. Dengan kondisi Yulia saat ini, kami sangat intens dalam memantau kesehatannya" Pungkasnya.

Sebelumnya, Yulia Vernia, warga Air Kolek Kelurahan Ranai diketahui menderita penyakit Hydrocephalus setelah pihak YKAI membawa Yulia berobat ke RSUD. Bocah malang ini diketahui sudah menderita penyakit pembesaran di bagian kepala sejak usia 8 bulan. Dan sekarang usia Yulia sudah 10,8 tahun. Artinya Yulia sudah menderita penyakit ini selama 10 tahun.

Kemudian keseharian Yulia, hanya berbaring di kamar beralaskan kasur tipis, dengan ditemani adik laki-lakinya yang baru duduk dibangku sekolah dasar kelas 2. Anak pasangan Sukardi dan Adriani ini kerap merintih dan menangis akibat sakit yang dideritanya tak kunjung sembuh.  

Dengan demikian, Sukardi mengaku sempat putus asa melihat kepala anaknya yang terus membesar dan tidak kunjung sembuh. Apalagi informasi yang diterimanya terhadap peyakit yang diderita anaknya tidak begitu jelas. Sehingga ia tidak menyangka kalau anaknya menderita Hydrocephalus sudah sejak lama.

" Kami sudah putus asa untuk mengobati Yulia," ujar Adriani yang ditemui di kediamannya, Kamis (8/12).

Untuk makan sehari-sehari, Yulia hanya diberi asupan nasi bubur. Dan hanya makanan ini yang bisa dicernanya untuk tetap bertahan hidup. Yulia adalah bocah yang tegar, meski penyakitnya tak kunjung sembuh, ia tetap saja tersenyum jika ada seseorang yang menjenguknya.

Meski dia tidak bisa berbicara dengan lancar, tetapi bocah ini sangat suka bernyanyi lagu berjudul "kasih ibu". Dengan suara agak cadel, lagu tersebut mampu ia nyanyikan dari awal hingga akhir. Lagu ini lah yang sering dinyanyikan Yulia. Sehingga tidak heran jika seseorang yang melihatnya merasa iba dan sedih. Sedih melihat Yulia bocah kecil yang harus merintih kesakitan saat sesekali penyakitnya kambuh.

" Kami sudah pasrah, tapi jika Yulia bisa diobati, kami pun tidak bisa berbuat apa-apa. Ini karena kami tidak memiliki biaya untuk membawa dia berobat," kata Adriani dengan nada sedih.(leh)



[Ikuti HaluanKepri.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar