Tajuk

Batalyon di Natuna

Tentera Nasional Indonesia (TNI) berencana menempatkan satu batalyon baru di wilayah Natuna, Kepulauan Riau. Batalyon dari kesatuan Angkatan Darat itu, ditujukan untuk memperkuat garis pertahanan di kawasan terluar Indonesia, karena Natuna merupakan salah satu wilayah terluar yang berhadapan langsung dengan perairan internasional.

Natuna sangat strategis bagi Indonesia, terutama dikaitkan dengan kerangka dan sistem keamanan dan pertahanan nasional. Oleh karena itu, kita tentu harus mengapresiasi rencana penempatan satu batalyon baru di Natuna tersebut. Sebab, kehadiran sebuah batalyon di kawasan itu memiliki arti strategis bagi masa depan pertahanan negara dan kedaulatan Indonesia.

Selama ini pulau-pulau terluar Indonesia termasuk Natuna, memang sudah dijaga kesatuan-kesatuan TNI seperti TNI Angkatan Laut dan TNI Angkatan Udara. Kehadiran batalyon baru TNI AD di Natuna, jelas akan memperkokoh kedaulatan kita di wilayah itu. Kehadiran tiga matra angkatan di Natuna, diharapkan meningkatkan wibawa dan otorisasi pertahanan negara kita, terutama di mata masyarakat internasional yang berhadapan langsung dengan kawasan ini.

Tiga matra TNI, baik Angkatan Laut, Udara maupun Darat, secara historis merupakan tentera pejuang dan tentera rakyat. Justru itu, tugas pokok mereka adalah mempertahankan kedaulatan negara dan melindungi rakyat dan wilayah teritorial dari segala pengaruh terutama infiltrasi asing (kekuatan luar).

Dalam kaitan itu pula, ketiga kesatuan TNI tersebut harus bekerja sama, saling memperkuat dan menyingkirkan semua emosional rivalitas. Di tengah-tengah rakyat, para prajurit TNI harus menjadi figur pengayom dan pembela, bukan tampil sebagai figur menakutkan atau menakut-nakuti.

Ini penting kita ingatkan, karena salah satu riak atas perkuatan kesatuan TNI di Natuna akhir-akhir ini adalah munculnya kekhawatiran di tengah-tengah masyarakat. Tingkah laku menyimpang beberapa oknum TNI di Natuna beberapa waktu lalu, melahirkan label negatif sehingga sempat memancing antipati masyarakat.

Oleh karena itu, apa yang disampaikan Bupati Natuna Ilyas Sabli menyangkut pembangunan batalyon baru di daerah itu, harus dijadikan sebagai masukan berharga oleh pimpinan TNI. Usulan agar kompi-kompi batalyon tidak harus terkonsentrasi di satu pulau, dan harus disebar ke semua pulau terluar, merupakan ide bagus yang pantas diapresiasi. Makna terdalam dari aspirasi ini adalah, bagaimana kehadiran sebuah kesatuan baru, tidak memunculkan resistensi di masyarakat.

Kehadiran pasukan dan batalyon di pulau-pulau terluar dan wilayah perbatasan di negara ini, kita harapkan benar-benar untuk memperkuat pertahanan wilayah dan membela kedaulatan negara dan bangsa.

Kita tidak ingin sejengkal pun tanah dan wilayah teritorial kita, dijamah kekuatan asing. Karena itu, pembentukan batalyon baru di Natuna harus diartikan sebagai strategi bersama demi tegaknya Negara Kesatuan RI. ***



[Ikuti HaluanKepri.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar