Bintan

86 Orang Mengidap AIDS

BINTAN (HK)- Dari tahun ke tahun, Kabupaten Bintan termasuk wilayah yang rentan terhadap penyebaran virus HIV/AIDS. Kasus HIV/AIDS di daerah itu seperti fenomena gunung es. Hal ini terjadi akibat pengaruh globalisasi dan menurunnya nilai budaya dan nilai agama.

Demikian disampaikan Wakil Bupati Bintan Khazalik saat membuka sosialisasi Kualitas dan Kinerja Komisi Penanggulangan AIDS, yang digelar Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) bersama Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Provinsi Kepri di Hotel Comfort Tanjungpinang, Jumat (1/6).

Khazalik memaparkan, dalam data kesehatan, pengidap HIV/AIDS dari tahun 2006 sampai Maret 2012, dimana dari 208 orang yang diperiksa sebanyak 122 orang dinyatakan terkena HIV dan 86 orang mengidap karena AIDS. Sedangkan 32 orang diantaranya telah meninggal dunia, 67 orang hilang dan 109 orang masih ada di Bintan.

“Penanggulangan HIV/AIDS belum optimal karena masyarakat masih menjadikan masalah kasus ini momok, dan masih mendeskriminasikan Orang Dengan AIDS (ODA),” ujar Khazalik.

Khazalik mengungkapkan, penyebaran HIV AIDS terjadi dimana-mana seperti di Pelabuhan Kijang, dari 26 orang yang di periksa, 2 orang diantaranya positif mengidap HIV/AIDS.

Pada tahun 2011 lalu di Bintan, sebanyak 128 orang yang diperiksa, 1 orang positif HIV. Sementara itu pada tahun 2012 sampai Mei ini, dari 57 orang yang diperiksa, 2 orang dinyatakan positif HIV.

Dia berharap sosialisasi ini dapat terus berkesinambungan melalui orang-orang yang peduli terhadap HIV/AIDS, LSM, mau pun relawan peduli HIV/AIDS.

Dalam kesempatan itu, Khazalik juga menambahkan bahwa masyarakat banyak yang belum faham tentang HIV/AIDS, sehingga virus HIV/AIDS ini banyak menyerang semua komponen masyarakat baik kelompok usia muda, bayi hingga ibu-ibu. HIV/AIDS menyebabkab pendeknya umur dan kematian dini.

“Ancaman virus ini belum ada obatnya, sehingga penanggulangan kasus ini memerlukan usaha kongkrit semua pihak untuk menanggulanginya,”. katanya.

Untuk itu Khazalik mengimbau agar segenap masyarakat di Kabupaten Bintan, tokoh masyarakat, LSM agar peduli dan berperan aktif memerangi penyebaran virus HIV/AIDS, sehingga dapat menekan lajunya upaya penularan HIV/AIDS.

Di tempat yang sama, Kepala Bagian Administrasi Sosial Kesra Provinsi Kepri Dra Rosmawati mengatakan bahwa kasus HIV/AIDS mengundang kerisauan dan keresahan di masyarakat. Untuk itu perlunya usaha dan komitmen semua pihak untuk menanggulangi virus ini.

Generasi muda diminta untuk senantiasa meningkatkan iman dan pengetahuan untuk menghindari masalah kasus HIV/AIDS. Kasus HIV/AIDS ini jika sudah meluas dapat menyebabkan menurunnya produktivitas dan perekonomian masyarakat.

“Mari bersama untuk terus menghindar dan mengingatkan generasi muda untuk menghindari seks bebas, narkoba dan lainnya yang merupakan penyebab HIV/AIDS,” imbuhnya.  

Pada kesempatan itu, dilakukan penandatanganan komitmen bersama antara SKPD dan instansi vertikal di Kabupaten Bintan yang berisi Komitmen Gerakan Memerangi HIV/AIDS. (eza)



[Ikuti HaluanKepri.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar