Tanjung Pinang

Pasien Jamkesnas Terlantar di RSUD

Tanjungpinang (HK) - Gempar Bison (50), pasien jaminan kesehatan masyarakat (jamkesnas) terlantar di RSUD Kota Tanjungpinang, Kamis (11/10). Hal itu dikarenakan kurangnya informasi dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepri dan Kota Tanjungpinang mengenai tata cara pengurusan jaminan kesehatan bagi warga tidak mampu.

Akibatnya, warga Perumahan  Nusa Indah Jalan Batu 10, Kota Tanjungpinang yang mengidap penyakit gagal ginjal dan harus mendapatkan perawatan cuci darah itu terpaksa bolak-balik bersama relawan dari LSM Taruna bangsa ke Dinkes Provinsi Kepri dan Kota Tanjungpinang.

"Awalnya, pasien ini dirawat di Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Kepri. Lantaran alatnya tidak ada di RSUP itu, pasien ini dirujuk ke RSUD Tanjungpinang. Pasien jamkesnas berdasarkan info, untuk  alat dan biaya berobat ditanggung oleh dinkes, tetapi tiba di RSUD, pihak rumah sakit ini meminta pembayaran dibayarkan di muka. Kami tidak ada uang, akhirnya kami diminta untuk mengurus dulu di dinkes," kata Hera, anggota LSM Taruna Bangsa, Jumat (12/10).

Gempar Bison, kata dia, harus mendapatkan perawatan cuci darah untuk mengurangi sakit yang dideritanya.  Akan tetapi, karena pihak RSUD ngotot harus dibayarkan dulu biaya berobatnya, dia terpaksa harus ke dinkes mengurus rekomendasi terlebih dahulu. Setelah mendapatkan rekomendasi, barulah kembali ke RSUD.

"Hal ini seharusnya tidak perlu terjadi. Namanya penyakit, orang miskin atau kaya, tentu mendapatkan hak yang sama. Kalau kayak gini, tiba-tiba pasien meninggal akibat tidak dirawat, siapa yang akan bertanggung jawab nanti. Pemerintah melalui instasi terkait, seharusnya memberikan informasi lengkap kepada masyarakat. Agar hal seperti ini tidak terulang kembali," kata Hera. (yan)



[Ikuti HaluanKepri.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar