Lingga

PT Lingga Agro Mandiri Lirik Mentuda

LINGGA(HK)-PT Lingga Agro Mandiri (LAM) melirik potensi lahan perkebunan di Mentuda. Untuk keseriusannya, perusahaan sudah melakukan pertemuan dengan masyarakat, Minggu (7/4).

Informasi di lapangan, rencana masuknya PT LAM didukung oleh warga Mentuda. Dukungan ini terus diberikan selama kegiatan itu memberikan yang terbaik kepada masyarakat, serta tidak merugikan bagi masyarakat.

"Pihak PT sudah ada melakukan pertemuan dengan warga Pulon, warga Tembok dan Mentuda. Masyarakat mendukung selama itu tidak menjadi permasalahan," ungkap Ketua BPD Desa Mentuda, Ruslan.

Diakuinya, kejelasan kesepakatan PT LAM perlu ada, karena kawasan yang dilirik oleh perusahaan adalah kawasan blok 1 dan blok 2 yang terletak antara Desa Mentuda dengan Sungai Tenam yang merupakan kawasan hutan lindung.

"Kita tak mau nanti  kuatir lahan itu menimbulkan gejolak, maka untuk perlu kesepakatan yang jelas. Harapan masyarakat jangan sampai dirugikanlah, itu yang kita kuatirkan," katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pertanian dan Perkebunan Dinas Pertanian Dan Kehutanan Kabupaten Lingga, Marisa Fajar Nastiti mengakui, memang ada investor yang melirik lahan di Mentuda untuk menanamkan modal di bidang perkebunan karet.

"Memang ada dan pernah persentasi, untuk perkebunan karet di Mentuda. Cuma belum ada izin. Kalau pihak PT LAM mau invest ke sini, mau konfirmasi ke Dinas Kehutanan dulu, rekom ke Dewan," sebutnya.

Dilanjutkan Marisa, kalau mereka sudah mengantongi izin, mereka tidak melanggar RT RW, untuk itu pihak PT tersebut harus koordinasi dengan Bappeda.

Menurutnya, investasi di bidang perkebunan terutama karet sangat didukung oleh pemerintah daerah. Karena bidang perkebunan merupakan sektor andalan di Lingga. Lebih jauh kata Marisa, kalau investasi perusahaan nambah tentu Pendapatan Asli Daerah (PAD) bertambah dari dana reboisasi, yang  berkaitan dengan hutan.

"Diperkirakan menyerap tenaga kerja 1000 orang. Kalau proses kelanjutan, berproduksi, akan merekrut tenaga kerja dari warga sekitar," ujarnya.

Yang jelas, lanjut Marisa, pihak PT perlu mengikuti prosedur, baik itu uji lingkungan dulu. Karena lebih dari 3000 hektar harus mengikti Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Dan jika kurang dari itu maka ikuti UPL/UKL.

Ditambahkannya, potensi perkebunan tersebar di Lingga, termasuk di Mentuda. Kalau investasi ada, maka  bisa menghasilkan, seperti apa yang telah dilakukan oleh PT Numbing Jaya. (put)



[Ikuti HaluanKepri.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar