Batam

PNS Batam Tuntut Pencairan Dana Bumi Asih

BATAM CENTRE (HK) - Ribuan Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Pemko Batam menuntut agar dana asuransi Bumi Asih yang sebelumnya dijanjikan akan dicairkan paling lambat akhir April lalu, untuk segera dicairkan.
Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait dana asuransi ini yang dijadwalkan Komisi I DPRD Batam, Senin pekan kemarin, tak dihadiri pejabat Pemko Batam. Kejadian ini sangat disayangkan Ketua Komisi I DPRD Batam Nuryanto.

" Kita sudah jadwalkan, tapi pihak Pemko gak datang. Informasi yang saya dapat, Pemko masih melakukan komunikasi dan koordinasi dengan manajemen Bumi Asih," kata Nuryanto, kemarin.

Ia menilai kesepakatan yang diambil Pemko Batam dan Bumi Asih terbilang sangat lambat. Pemko terkesan takut berhadapan dengan manajemen Bumi Asih. Padahal, dana tersebut merupakan hak PNS.

" Kesepakatan awalnya bagaimana. Ini juga harus dipertanyakan, kenapa proses seperti ini lambat sekali. Ini juga terkait pelayanan. Kalau haknya (PNS), jangan ditunda-tunda lagi, kasihankan," jelasnya, sembari memastikan akan menjadwal kembali RDP akhir bulan ini.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam Agussahiman akhir pekan lalu mengatakan  pihaknya belum bisa mencairkan dana asuransi Bumi Asih 6000 PNS Pemko Batam, karena perhitungannya belum final.

"Ini sudah mengurucut, tinggal finalnya aja. Minggu depan  kita akan ke Jakarta lagi membicarakan hal tersebut. Kita akan usahakan bulan ini," singkat Agussahiman.

Salah seorang PNS yang tidak mau disebutkan namanya menyayangkan sikap Pemko yang lambat dalam mencairkan dana asuransi kepada PNS, meskipun dana tersebut jelas-jelas sepenuhnya sudah menjadi hak PNS.

" Kita sudah puluhan tahun bekerja di Pemko Batam ini, kalau menyangkut dana selalu saja dipersulit cairnya. Artinya, didesak dulu baru dicairkan. Kalau didiamkan, sampai kapan pun tidak akan pernah cair," katanya.

Ia mengatakan, lambatnya proses pencairan dana asuransi Bumi Asih menunjukan sistem pembukuan keuangan Pemko Batam perlu pembenahan. Orang-orang yang duduk di bagian keuangan sepertinya tidak terlalu memahami bagaimana mengelola keuangan, apa yang mesti didahulukan tampaknya banyak yang belum paham. (lim)



[Ikuti HaluanKepri.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar