Karimun

Meral Masih Jadi Primadona Investasi di Karimun

KARIMUN (HK) - Meski Kecamatan Meral telah dimekarkan menjadi satu kecamatan lagi yakni Kecamatan Meral Barat, namun wilayah pesisir utara Pulau Karimun itu tetap menjadi primadona investasi.
Hal itu  dibuktikan dengan informasi yang diperoleh dari Camat Meral, Dwi Yandri. Menurutnya saat ini telah ada tiga investor yang bakal mendirikan perusahaan di wilayahnya. Satu diantaranya perusahaan bergerak dibidang tenaga listrik, yakni PT Power Planti dan dua perusahaan lagi bergerak dibidang shipyard.

Untuk PT Power Plant kata Dwi Yandri, saat ini sudah mulai melakukan pembangunan fasilitas perusahaan, yang berlokasi di Parit Rampak Kelurahan Sungai Raya. Sedangkan dua perusahaan shipyard lainnya masih melakukan penjajakan lahan.

Menurut Dwi Yandri, wilayah Parit Rampak Kelurahan Sungai Raya saat ini memang menjadi incaran untuk dijadikan lahan bagi investor.

"Kecamatan Meral khususnya di Parit Rampak saat ini jadi primadona untuk investasi. Saat ini saja sudah ada beberapa perusahaan yang mengincar lahan yang ada," katanya, Jumat (31/5).

Menurutnya pula, potensi lahan yang dimiliki Kecamatan Meral saat ini dan betul-betul bisa disiapkan untuk investasi bagi perusahaan mencapai 100 hektare lebih. Dengan letak tak jauh dari pinggir laut, artinya merupakan wilayah pesisir di Kecamatan Meral yang batasnya sampai ke arah Bukit Tembak di kecamatan tersebut.

Dwi Yandri juga menghimbau kepada masyarakat yang mengaku memiliki lahan atau ada yang mengklaim kalau punya lahan diwilayah yang sudah disiapkan untuk investor, diharapkan agar membawa bukti-bukti kepemilikan. Hal tersebut juga dinilai membantu kepentingan pembangunan di Kabupaten Karimun.

Dengan demikian kata Dwi Yandri,  maka beberapa perusahaan yang sudah ada saat ini seperti PT Saipem, PT Karimun Sembawang Shipyard (KSS) dan lainnya saat ini berada di wilayah Kecamatan Meral Barat.

"Namun demikian kita tetap jdi primadona, karena masih dilirik oleh berbagai prusahaan dalam dan luar negeri. Makanya masyarakat yang mengaku punya tanah segera siapkan bukti-bukti kepemilikan lahan guna kelancaran investasi di bumi berazam," katanya.(gan)



[Ikuti HaluanKepri.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar