Hikmah

Lakse dan Roti Kirai, Menu Berbuka Puasa Khas Melayu

Berbuka puasa di Batam dan Kepulauan Riau (Kepri) belum lengkap jika tak menyantap kuliner khas Melayu, lakse dan roti kirai. Kedua makanan ini bahkan sudah menjadi menu wajib bagi masyarakat Batam.
Lakse adalah makanan sejenis mi yang terbuat dari sagu, makanan ini biasanya disajikan dengan kuah kari yang panas sehingga menggugah selera saat disantap untuk berbuka puasa.

Kuah kari untuk lakse ini terbuat dari daging ikan. Kuah kari bersantan dan kaya rempah ini makin membuat orang yang mencoba menjadi ketagihan.

Sedangkan roti kirai atau roti jala ini merupakan menu makanan yang sedikit mengadopsi kuliner dari Timur Tengah. Roti kirai biasanya dimakan dengan kuah kari berisi irisan daging sapi.

"Santap berbuka puasa tak lengkap bila tanpa lakse dan roti kirai. Setiap bazar makanan di Batam pasti menjual dua makanan ini," kata Aminah, pedagang di Pasar Ramadan Tanjunguma.

Menurut Aminah, setiap hari dia menyiapkan 250 porsi lakse dan roti kirai dan selalu habis sebelum beduk magrib tanda buka puasa dimulai.

"Harganya cukup murah, cukup Rp5 ribu satu porsi. Selain dijual di bazar Ramadan, banyak juga pesanan dari instansi pemerintah dan perusahaan untuk menu berbuka puasa," katanya.

Senada dengan Qori, pedagang kue di bazar Ramadhan Pasar Botania Batam Centre, mengatakan lakse dan roti kirai adalah menu buka puasa yang paling banyak dicari pengunjung.

Selain di pasar bazar Ramadan, lakse dan roti kirai juga menjadi menu wajib yang disajikan sejumlah hotel berbintang di Batam dalam menyajikan paket berbuka puasa bersama.(vvc)




[Ikuti HaluanKepri.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar