Bintan

Lori Muatan Tertahan Di Punggur, Hambat Pertumbuhan Ekonomi

ASDP Rugi Rp2 M

BINTAN (HK) - Tertahannya sebagian besar lori pengangkut muatan baik sembako, maupun material, dan barang-barang kebutuhan lainnya dari pelabuhan ASDP Telaga Punggur menuju Tanjunguban, Bintan, maupun Tanjungbalai Karimun, yang sudah berlangsung selama tiga bulan diperkirakan bakal mengganggu stabilitas ekonomi di Tanjungpinang, Bintan, maupun Tanjungbalai Karimun.
Bahkan PT ASDP selaku operator kapal roll on roll off (roro) mengalami kerugian yang tidak sedikit disebabkan kuota muatan tidak mencapai target. Kerugiannya mencapai Rp10 juta per hari, sekitar Rp2 miliar dalam tiga bulan terakhir, semenjak Bea Cukai menahan sebagian besar lori pengangkut muatan yang akan menyeberang.

Sebagaimana disampaikan oleh Manajer ASDP AM Heriyanto, Selasa (29/10).

"Penahanan lori pengangkut muatan ini bukan hanya di Telaga Punggur saja, namun juga di Tanjungbalai Karimun. Pendapatan ASDP turun sekitar 40%. Kerugian perhari sekitar Rp10 juta, dalam tiga bulan sekitar Rp2 miliar," kata AM Heriyanto.

Menurut sepengetahuannya ditahannya lori oleh petugas Bea Cukai pelabuhan ASDP Telaga Punggur karena dokumen lori pengangkut muatan tersebut kurang lengkap.

"Berdasarkan informasi yang saya terima dari para sopir dan juga pihak Bea Cukai, karena dokumen lori pengangkut muatan kurang lengkap, sehingga banyak lori tertahan setiap harinya. Dan ini sudah berlangsung sekitar 3 bulan," ujarnya.

Pihak ASDP lanjutnya, sudah berusaha mempertemukan antara pengusaha dan Bea Cukai, namun dalam pertemuan tersebut tidak didapatkan solusi.

Salah seorang pengusaha di Tanjungpinang, Riki mengaku mengalami kerugian yang cukup besar semenjak ditahannya lori muatan. Karena barang-barang jualannya banyak kosong. Ia khawatir hal ini akan melumpuhkan perekonomian Bintan maupun Tanjungpinang, dan memberikan ruang bebas bagi pengusaha ekspidisi hitam yang membawa muatan melalui pelabuhan tikus.

"Yang saya khawatirkan perekonomian lumpuh, namun pengusaha kotor, pengusaha hitam yang mengangkut muatan melalui pelabuhan tikus malah berkibar," terangnya.(rof)



[Ikuti HaluanKepri.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar