Batam

Pemudik di Batam Mulai Serbu Pelabuhan

 Warga Batam yang ingin merayakan Hari Raya Idul Fitri 1435 Hijriyah di kampung halaman mulai memenuhi pintu-pintu keluar daerah ini. BATAM (HK) -- Warga Batam yang ingin merayakan Hari Raya Idul Fitri 1435 Hijriyah di kampung halaman mulai memenuhi pintu-pintu keluar daerah ini.

Laporan dari dua pelabuhan domestik dan Bandara Internasional Hang Nadim, jumlah penumpang terus mengalami peningkatan.

Pantauan di Pelabuhan Domestik Sekupang (PDS) Batam, Rabu (23/7), para calon penumpang bahkan sudah memadati pelabuhan tersebut sejak subuh, pukul 04.30 WIB. Kondisi itu membuat para petugas juga menjadi lebih sibuk dibanding hari-hari sebelumnya. Untuk Rabu kemarin, jadwal keberangkatan perdana kapal dimulai pukul 06.00 WIB.

Di lokasi terlihat Kepala Kantor Pelabuhan (Kakanpel) Batam Heri Setiabudi, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam Zulhendri dan Kabid Kesyahbandaraan Kanpel Batam John Kennedy. Mereka ikut mengecek langsung setiap armada yang akan berangkat untuk mengangkut penumpang dari PDS menuju ke sejumlah kota.

Sandrian, salah seorang penumpang mengaku sengaja datang lebih awal karena takut tertinggal kapal yang akan berangkat. Katanya, tempat tinggalnya cukup jauh dari pelabuhan yakni di kawasan Taman Raya, Batam Centre yang membutuhkan waktu tempuh sekitar 30 menit ke PDS.

"Ya, saya harus lebih awal datang ke pelabuhan, jika tidak nanti akan ketinggalan kapal," ujarnya.

Jeffry AT, Manager Oprasional PT Batam Bahari Sejahtera selaku operator MV Batam Jet mengatakan, jumlah penumpang mulai mengalami peningkatan drastis pada H-6. Sebagai langkah antisipasi, pihaknya menyiapkan tiga feri untuk mengangkut penumpang dengan tujuan Tanjungbalai Karimun dan kota-kota di Provinsi Riau seperti Selat Panjang, Bengkalis dan Dumai.

"Dua kapal feri kita siapkan untuk mengangkut penumpang sedangkan satu feri lagi itu merupakan cadangan. Jumlah penumpang yang diangkut untuk hari ini (kemarin) lebih dari enam ratus penumpang, jadi kita harus siap-siap terus," ujarnya.

Kakanpel Batam, Heri Setiabudi berharap arus mudik melalu jalur laut tetap berjalan dengan baik dan mendukung dengan cuaca yang baik juga. Dalam peninjauan langsung ke sejumlah armada dan ke konter tiket, sejauh ini tidak ada halangan atau masalah yang serius. Semua calon penumpang yang akan berangkat, tidak ada satu pun tidak mendapatkan tiket.

"Pihak operator sudah menyiapkan armada cadangan jika penumpang tidak terangkut bisa menumpang feri cadangan yang sudah disiapkan. Selain itu, semua penumpang tidak lagi menumpuk diruang tunggu dan hanya yang berangkat yang diperbolehkan masuk ke dalam lokasi pelabuhan, dan yang lain harus menunggu di tenda di luar gedung pelabuhan," ujarnya.

Terpisah, Kepala Dishub Kota Batam, Zulhendri mengaku arus mudik melalui PDS sudah tertib. Para pengantar tidak diperbolehkan masuk sampai ke dalam lokasi pelabuhan. "Kalau tidak menunjukan tiket kepada petugas, maka tidak boleh masuk ke dalam pelabuhan," katanya.

Ia berharap, arus mudik tahun ini berjalan dengan baik dan tidak ada masalah. Dengan dilarangnya pengantar masuk ke dalam areal pelabuhan, menurutnya, maka tidak ada lagi calon penumang yang berdesakan naik ke feri.

"Mudah-mudahan tidak ada masalah dan kita juga berharap cuaca mendukung, sehingga arus mudik berjalan lancar," katanya.

Kemarin, pukul 09.15 WIB, Walikota Batam Ahmad dahlan juga tampak meninjau arus mudik di PDS. Pelabuhan ini dipilih karena termasuk pelabuhan yang cukup padat, khususnya untuk tujuan Daerah Timur Sumatera, seperti Dumai, Pekanbaru, Bengkalis, Selat Panjang, serta Tanjungbalai Karimun, Tanjung Batu dan Moro.

"Di Batam ini ada lima pelabuhan internasional, selebihnya domestik, salah satu yang ramai itu ya di sini," katanya.

Kata dia, dari hasil percakapan dengan Otoritas Pelabuhan, meski belum sampai di puncak arus mudik, namun jumlah penumpang sudah dilaporkan ada peningkatan.

"Belum puncak, tapi sudah cukup ramai. Tadi pagi saja sudah delapan armada yang diberangkatkan, dan Alhamdulillah semua lancar," ujarnya.

Kata Dahlan, sebagian besar kapal tujuannya yang paling dekat jaraknya, yaitu Tanjungbalai Karimun, dan sekitar 67 persen kursi yang sudah terisi saat masuk musim mudik. Dahlan mengatakan, hal ini berarti daya tampung yang ada telah memadai.

Pada kesempatan itu, Dahlan berpesan dua hal kepada penyedia layanan angkutan. Pertama, kepada Operator kapal harus menyiapkan kapasitas yang sesuai kebutuhan penumpang. Bila permintaan tinggi, jangan dipaksa hingga kapal mengalami kelebihan muatan.

Pesan kedua, kepada petugas syahbandar yang berwenang dalam pengecekan layak laut, agar tidak main-main dalam bertugas. Jangan memberi izin berlayar bagi kapal yang kelebihan muatan.

"Saya sarankan, agar diawasi 24 jam. Saya selaku pemerintah daerah optimis, Batam tidak ada masalah. Itu karena Batam bukan tempat transit (pemudik), jadi tak usah khawatir," ujarnya.

Sedang kepada masyarakat, Dahlan berpesan, jika tidak terlalu penting, tak perlu pulang kampung. Dan jika pun harus mudik, diharapkan tidak membawa saudaranya ke Batam, kecuali yang punya keahlian.

"Saya tidak menolak orang Indonesia datang ke Batam, tapi saya tidak menjamin ada lapangan pekerjaan bagi yang tak punya keahlian," jelasnya.

Untuk mengantisipasi ledakan penduduk pascalebaran, kata Dahlan, pemerintah menerapkan tetib administrasi Kependudukan. Nantinya, kata dia, tak semua pendatang baru akan dengan mudah mendapatkan KTP Batam.

"Kita akan layani semua dengan baik sesuai ketentuan, tapi tidak serta merta jadi warga Batam, kita akan seleksi," tegasnya.

Pelabuhan Utama Siap

Terpisah, Direktur Payanan Terpadu Satu Pintu dan Humas Badan Pengusahaan Batam, Dwi Djoko Wiwoho mengatakan, dua pelabuhan domestik utama di Batam yakni PDS dan Pelabuhan Domestik Telaga Punggur (PDTP) siap melayani lonjakan penumpang puncak arus mudik Lebaran Idul Fitri 1435 Hijriyah yang diperkirakan terjadi mulai 25 Juli mendatang,

"Dua pelabuhan utama Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam itu sudah mengalami beberapa perbaikan. Sehingga siap menghadapi puncak arus mudik yang jumlah penumpang per hari masing-masing pelabuhan diperkirakan mencapai sekitar 8.000 orang," kata Dwi Djoko Wiwoho di Batam Centre.

Ia mengatakan, Kantor Pelabuhan Batam juga akan menambah personil sebanyak masing-masing 15 orang di tiap terminal feri untuk membantu melayani pemudik yang akan meninggalkan Batam. Selain itu, kata Djoko, untuk menjamin kenyamanan pelayanan penumpang dan penggunan jasa terminal PDS dan PDTP sudah dibangun posko pengamanan yang ditempati oleh beberapa unsur pengamanan, baik dari Polri, TNI, Satpol PP, Ditpam BP Batam, serta tenaga kesehatan.

Informasi yang didapat Djoko, Wakil Kasatker PDTP Darmayanto mengatakan, pada mudik Lebaran 2013 lonjakan penumpang tertinggi mencapai 8.000 orang. Sedangkan Kasatker Terminal Feri Domestik Sekupang Kiki Zainal mengatakan pada mudik Lebaran 2013, lonjakan penumpang tertinggi mencapai 6.685 orang yang terjadi pada H-2.

"Perbaikan yang sudah dilakukan pada dua pelabuhan utama tersebut meliputi penambahan fasilitas tempat duduk, penambahan canopy untuk menurunkan penumpang menuju tempat penjualan tiket, perbaikan ruang tunggu VIP, serta perbaikan selasar ponton," kata Djoko.

PDS merupakan pelabuhan yang menghubungkan kawasan bebas Batam ke sejumlah kota di Provinsi Kepulauan Riau, Jambi dan Riau. Sementara PDTP menghubungkan Batam dengan Ibu Kota Provinsi Kepri di Tanjungpinang, sejumlah wilayah di Pulau Bintan dan Kabupaten Lingga pada sisi selatan Provinsi Kepri.

Djoko mengatakan, usai Lebaran, PDTP rencananya akan mulai direnovasi pada tahun ini dengan membangun gedung baru tiga lantai.

"Saat ini sedang dilakukan proses pelelangan tender. Sementara waktu, untuk mengantisipasi pelayanan di terminal feri punggur akan dibangun ruangan sementara," kata dia.

Bandara Naik 40 Persen

Sementara itu, memasuki H-5 Lebaran, arus mudik di Bandara Internasional Hang Nadim dilaporkan melonjak hingga 40 persen dari hari biasa. Penumpang kebanyakan menuju kota-kota di Pulau Sumatera, Pula Jawa dan Pulau Kalimantan.

"Hari-hari biasa bahkan hingga pekan ketiga Ramadan jumlah penumpang perhari sekitar 5.000 orang saja, sementara sejak Sabtu (19/7) jumlah penumpang sudah di atas tujuh ribu orang," kata Kepala Bagian Umum Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Suwarso.

Kata dia, pada Selasa (22/7) jumlah penumpang sudah mencapai 7.057 orang, sementara Minggu (20/7) sebanyak 8.968 orang penumpang ke berbagai tujuan.

"Untuk hari ini (Rabu) hingga pukul 14.00 WIB sudah mencapai di atas 7.000 pemudik. Jadi kemungkinan besar penumpang hari ini (kemarin) akan kembali mencapai di atas 8.000 orang," kata dia.

Ia mengatakan, peningkatan pemudik tersebut mulai nampak untuk tujuan sejumlah Kota di Sumatera seperti Pekanbaru Riau, Padang Sumatera Barat, Medan Sumatera Utara, Jakarta, Yogyakarta, dan Surabaya di Jawa Timur.

Rute tersebut, kata dia, sebagian besar dilayani Lion Air yang menambah sejumlah penerbangan ke Medan, Pekanbaru, Padang, Surabaya dan Pontianak menggunakan tiga pesawat cadangan yang disiapkan di Hang Nadim.

"Meski terus naik, hari ini belum mencapai puncak mudik. Kami memperkirakan puncaknya akan terjadi pada Kamis dan Jumat (H-3 dan H-2) nanti," kata Suwarso.

Selain itu, kata dia, Lion Air juga mengganti pesawat Boeing 737-800 dengan 737-900 sehingga bisa muat lebih banyak penumpang.

"Kalau semua untuk pelayanan kelas ekonomi, maka sekali terbang Boeing 737-900 bisa muat sekitar 240 penumpang. Sementara 737-800 sekitar 190 penumpang," kata dia. (ded/cw81/cw94)



[Ikuti HaluanKepri.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar