Batam

Rampok di SP Plaza Pakai Airsoft Gun

Jajaran Polresta Barelang dibantu Polda Kepri terus memburu dua pria yang menggasak perhiasan Toko Emas Emerald di SP Plaza, Sagulung, BatamPemilik Toko Emas Emerald Rugi Rp2 M

BATAM (HK)- Jajaran Polresta Barelang dibantu Polda Kepri terus memburu dua pria yang menggasak perhiasan Toko Emas Emerald di SP Plaza, Sagulung, Batam, Rabu (29/10) petang.

Polisi menduga, senjata api yang digunakan pelaku saat beraksi adalah jenis airsoft gun.

"Siapa pelaku dan jenis senjata yang dipakai belum bisa kita simpulkan. Namun, di lokasi ditemukan serpihan peluru gotri (peluru airsoft gun)," kata Kapolresta Barelang Ajun Komisaris Besar Polisi Asep Safrudin, Kamis (30/10).

Asep menyatakan, dugaan bahwa pelaku memang menggunakan senjata jenis airsoft gun diperkuat dengan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP).

"Hanya kaca etalase pajangan perhiasan bagian depan yang pecah, bagian belakangnya tidak. Kalau pakai proyektil senjata api pasti sudah pecah semuanya," beber Asep.

Meski demikian, Asep menyatakan jajarannya akan terus mengejar dua pria yang merampok Toko Emas Emerald itu. "Kita dibantu Polda Kepri akan bekerja ekstra keras mengejar pelaku," katanya.

Hingga kini, lanjut Asep, polisi sudah meminta keterangan para saksi. Mereka adalah tiga orang karyawan Toko Emas Emerald, termasuk pemilik. Kemudian seorang sekuriti bernama Ronald Siahaan.

Peng Chuan (51), pemilik Toko Emas Emerald mengakui mengalami kerugian dengan total Rp2.053.000.000. Nilai kerugian sebesar itu setelah dikalikan dengan berat emas yang digasak perampok hampir 4 kilogram.

"Setelah diaudit, maka total kerugian kita lebih dari Rp2 miliar," ucapnya.  

Apa saja jenis perhiasan yang digondol si perampok, Peng Chuan tidak ingat lagi. Namun, seperti informasi pertama setelah kejadian yang diterima Haluan Kepri, sedikitnya ada 50 kalung dan 25 gelang emas yang dibawa kabur kawanan rampok.

Sesalkan Pengelola

Peristiwa perampokan itu membuat shock Peng Chuan, dan sejumlah tenan lain SP Plaza. Peng Chuan mengaku kecewa dengan pengelola mal. Sebabnya, saat karyawannya membutuhkan pertolongan tidak ada sekuriti yang membantu.

"Meski sempat ada securiti yang melemparkan pentungan kepada pelaku, tapi setelah itu kita tidak melihat ada sekuriti lagi. Plaza sebesar gini, susah kali mencari sekuritinya. Apalagi pos securiti yang berada di pintu utama, tempatnya sudah disewakan untuk konter HP. Susah untuk menghubungi sekuriti. Kalau ada masalah kami harus ke belakang ke kantornya," keluh Peng Chuan.

Peng Chuan melanjutkan, jaminan keamanan di SP Plaza dianggapnya kurang sekali. Ia hanya menemukan satu orang sekuriti yang berjaga.

"Keamanan saja sudah kurang. Bagaimana mau menyelamatkan pengunjung atau tenan saat terjadi ancaman. Kalau minta uang keamanan maunya cepat dibayar, tapi saat kami mengalami musibah dan dirampok, tidak ada pengelola yang datang," katanya, kesal.

Cece, salah satu pemilik tenan yang menjual handpone juga mengeluhkan pihak pengelola SP Plaza yang kurang peduli pada keamanan tenannya.

"Kepada pengelola plaza ini, kami harap tolong diperhatikan supaya kejadian seperti tidak terulang lagi. Kalau begini terus, kami yang jelas rugi," ucap Cece.

Ia mengatakan, uang keamanan yang mereka bayar cukup besar nilainya. Sayangnya, pihak pengelola justru tidak memberi rasa aman kepada para pedagang.

"Kalau begini terus, bisa-bisa pedagang pindah dari SP Plaza ini," katanya.  

Terpisah, Dedy Damudi selaku Chief Security PT Siaga Jaya yang berjaga di SP Plaza menyampaikan bahwa tenaga sekuriti berjumlah sebanyak 20 orang. Mereka dibagi dalam tiga shift. Setiap satu shift terdiri dari enam orang.

"Satu orang jaga di pintu utama SP Plaza 1, satu orang jaga di pintu utama SP Plaza 2, satu orang patroli, satu orang jaga di lapangan futsal, satu orang jaga di ATM Centre, dan satu orang jaga di pintu masuk SP Plaza. Jadi, kami bukan bukan hanya menjaga di dalam plaza  saja. Untuk mengetahui pasti silakan tanya pengelola," ujarnya.

Seperti diberitakan, Toko Emas Emerald di SP Plaza dirampok oleh dua pria bersenjata api pada Rabu (29/10) sekitar pukul 18.45 WIB. Pelaku perampokan sempat melepaskan tembakan sebanyak dua kali. Satu tembakan ke arah atas, satu tembakan lainnya ke arah etalase perhiasan.

Dalam aksi nekat kawanan rampok yang mengenakan masker (penutup wajah) dan topi itu, mereka berhasil menggondol hampir 4 kilogram emas. Kawanan rampok ini akhirnya berhasil kabur lewat pintu belakang SP Plaza. (ded/cw93)



[Ikuti HaluanKepri.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar