Bintan

Ramp Door Macet, Penumpang Roro Tertahan Tiga Jam

TANJUNGUBAN – Ratusan penumpang dan puluhan kenderaan roda empat tertahan sekitar tiga jam di atas KMP Barau, Rabu (29/12). Pasalnya, pintu pembuka dan penutup (ramp door)  kapal roll on roll off (roro) yang melayani keberangkatan penumpang dari Tanjunguban menuju Telaga Punggur, Batam itu macet.

“Awalnya dari Tanjunguban, ramp doornya bagus bisa buat masuk kendaraan. Namun setelah berlayar sekitar 45 menit dari Tanjunguban dan saat sandar di pelabuhan Telaga Punggur, pintunya macet," kata Yuliana, penumpang kapal tersebut.

Kata Yuliana, beberapa karyawan PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) yang ada di atas kapal menyatakan kalau mesin pembantu kapal yang berfungsi menurun naikkan ramp door seberat sembilan ton itu tidak berfungsi.

“Kata mereka, karena oli hidroliknya habis. Jadi mesin tidak berfungsi dengan baik,” ujar Yuliana.

Mamat, karyawan ASDP yang ditemui di lokasi membenarkan adanya kerusakan mesin pembantu. Namun masalah itu sudah berhasil ditangani.

“Sudah tidak ada masalah, kita sudah tangani dengan bantuan sebuah crane yang disewa. Tadi sekitar jam 16.49 WIB, semua kendaraan sudah bisa dikeluarkan," katanya.  

Kepala Cabang PT ASDP Batam Murbo yang menemui sejumlah perwakilan penumpang menyatakan permohonan maafnya atas kejadian ini.

“Kami atas nama manajemen memohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Semua ini di luar dugaan,” kata Murbo.

Kata Murbo, KMP Barau merupakan kapal cadangan yang didatangkan dari Sibolga, Sumatera Utara. Sementara KMP Kuala Batee yang selama ini melayani masyarakat dari Tanjunguban-Telaga Punggur dan sebaliknya sedang dalam tahap pemerliharaan atau naik dok.

"Mudah-mudahan dalam empat hari ini Kuala Batee sudah bisa berfungsi lagi melayani masyarakat Batam-Bintan," katanya. (hk/rd)



[Ikuti HaluanKepri.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar