Batam

Tersangka Lampu Hias Bertemu Penyidik di Hotel

Batam Centre- Ketua Garda Indonesia Suharyadi alias Adi Kampai mengaku melihat penyidik Kejari Batam turun dari lift Hotel Hillium, Jodoh, bersama Direktur CV Mustika Raja, Rivarizal, tersangka lampu hias MTQ Nasional ke-25, dua hari lalu.
" Apa yang mereka bicarakan saya tidak tahu, karena saya hanya melihat  mereka turun dari lift bersama-sama. Begitu melihat saya, mereka langsung buru-buru naik ke mobil. Karena tersangka, tahu kalau saya ketua LSM," kata Adi Kampai yang ditemui, kemarin.

Adi menyebutkan, meskipun mereka tidak membicarakan kasus yang sedang ditangani, tetapi secara etika tidak bisa dibenarkan seorang penyidik bertemu dengan tersangka yang perkaranya sedang ditangani. Persepsi masyarakat pasti bermacam-macam.

" Kalau mau bertemu di kantor Kejari lah. Jangan di hotel. Masyarakat pasti akan curiga. Apalagi, kalau terdengar kabar kasus tersebut di-SP3-kan. Makin tak percaya masyarakat dengan kejaksaan," kata Adi.

Tatang Jilid ke-2

Ketua LSM Badan Anti Korupsi Independent (Bakin) Kepri, Edy Novian meyakini kasus tersebut bakal menjadi kasus Tatang Sutarna jilid-2.

Menurut Edy, ketika Tatang Sutarna menangani kasus korupsi bantuan sosial (Bansos) dengan melibatkan sejumlah pejabat Pemko Batam, berbagai langkah dilakukan hingga Tatang Sutarna akhirnya 'angkat kaki' dari Batam.

Langkah ini kembali dilakukan oleh pihak Dinas Tata Kota (Distako) Kota Batam, yakni dengan mengirimkan surat permohonan beberapa waktu lalu ke Kejaksaan Agung (Kejagung) diminta untuk menggelar perkara di Kejagung. Bahkan pihak Distako juga melaporkan Kejari Batam ke Kejagung.

"Langkah yang ditempuh oleh pihak Distako seperti ini, ada indikasi kuat mereka (Distako) ingin kasus dugaan korupsi yang sedang ditangani Kajari Batam, Yusron Roni akan menjadi Tatang Sutarna jilid ke-2," ungkap Edy.

Apabila informasi itu betul adanya, lanjut Edy, maka masyarakat akan tetap mendukung langkah Kejari Batam dalam mengusut tuntas kasus dugaan korupsi lampu hias MTQ Nasional yang sudah ditetapkan dua orang tersangka, diantaranya,  Kabid  Program Perkotaan Dinas Tata Kota (Distako) Batam, Indra Helmi dan pihak Direktur  CV  Mustika Raja, Revarizal.

Di tempat terpisah, Koordinator Koalisi Rakyat Bergerak (KRB) Kota Batam, Hubertus LD mendesak pihak Kejaksaan agar segera menahan kedua tersangka terkait kasus dugaan korupsi lampu hias MTQ Nasional senilai Rp1,6 miliar itu.

Penyidik Kejari Batam telah menetapkan dua orang tersangka dugaan korupsi, salah satunya pejabat Pemko Batam dan direktur perusahaan pemenang tender pengadaan lampu hias MTQ Nasional senilai Rp1,6 miliar.    

Keduanya yakni Indra Helmi, Kabid Program Perkotaan Dinas Tata Kota (Distako) Batam. Saat pengadaan Indra Helmi menjabat sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) atau Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Revarizal, Direktur CV Mustika Raja yang menjadi rekanan karena memenangkan tender pengadaan lampu hias senilai Rp 1.418.318.000.

Kedua tersangka dijerat dengan sangkaan primer pasal 2 ayat 1 jo pasal 18 ayat 1 huruf a dan b ayat 2 dan ayat 3 UU RI no 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.  Atau subsidair pasal 3 jo pasal  18 ayat 1 huruf a dan b ayat 2 dan ayat 3 UU RI no 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. Dan terancam hukuman diatas empat tahun penjara. (lim)



[Ikuti HaluanKepri.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar