Lingga

Kapal Eka Cahaya Tenggelam Dihantam Badai

LINGGA (HK)- Kapal Motor (KM) Eka Cahaya GT34 nomor 171 yang berlayar dari Kuala Tungkal, Jambi menuju Tanjungpinang, Kepri tenggelam di perairan Lingga dihatam badai, Minggu (3/5) dinihari
Informasi di lapangan, kapal bermuatan triplek tersebut diterjang badai dan tenggelam di perairan antara Pulau Buaya dengan pulau Karang Babi. Adapun titik kordinat kapal naas tersebut adalah 00.19°140°N - 104.16°106° E.

Dalam kecelakaan tersebut, tidak ada korban jiwa. Sebanyak delapan orang yang berada di kapal tersebut selama. Adapun kedelapan anak buah kapal (ABK) tersebut adalah Hamid (50) sebagai nahkoda, Jumri (20), Musa (25), Agung (20), Roni (30) sebagai KKM, Mahmuda (18), Daeng (50), Samsi (57) sebagai pemilik kapal. "Kalau Kerugian belum di taksir. Kapal bisa ditarik ke tepi pulau di bantu masyarakat Batu Belobang dan masyarakat Tanjung Lipat," kata Musa, ABK kapal.

Kapolres Lingga, Surisman mengatakan kapal tersebut berhasil dievakuasi. Sebelumnya, kapal ini mengalami kebocoran dibagian lampung. "kapalnya dievakuasi tiga jam setelah laporan kebocoran diterima," kata Kapolresta Lingga AKBP Surisman melalui pesan singkat, Minggu sore.

Berdasarkan informasi, kabar tenggelamnya kapal tersebut pertama kali diterima dari Direktur Pengamanan Objek Vital Polda Sumatera Barat Komisaris Besar Polisi Duki. Dimana, pemilik kapal tersebut adalah saudara dari perwira di Polda Sumbar tersebut.

Selanjutnya, kabar tersebut diteruskan ke Direktur Sabhara Polda Kepri Kombes Pol Anang Sumpena yang selanjutnya menghubungi Direktur Polair Polda Kepri dan Kapolresta Balerang. "Setelah dipastikan, kapal berada di kordinat 0°28'22.1"N 104°27'00.0"E. Dari lokasi, evakuasi terdekat ialah dengan menariknya ke Selat Pintu tidak jauh dari Pulau Benan, Lingga Utara," kata dia.

Saat ini, kata dia, semua anak buah kapal dalam kondisi baik dan dititipkan sementara pada masyarakat setempat. Rencananya semua awak kapal menunggu tindakan selanjutnya. "Kami masih berupaya mencari tahu penyebab terjadinya kecelakaan kapal kayu tersebut. Sehingga seluruh ABK masih berada di Lingga," kata Surisman.

Ia mengimbau pada seluruh nahkoda yang hendak membawa kapalnya berlayar untuk selalu hati-hati, karena saat ini kondisi cuaca tengah tidak menentu. Perubahan cuaca termasuk gelombang tinggi dan badai bisa muncul tiba-tiba ditengah laut. "Pastikan kapal kondisi baik dan peralatan keselamatan tersedia, sehingga saat terjadi sesuatu di tengah laut bisa segera memanggil bantuan," kata dia.***(jef/par)



[Ikuti HaluanKepri.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar