Tanjung Pinang

2016, Proyek Monumen Bahasa Dilanjutkan

Pembangunan Monumen Bahasa yang terletak di Pulau Penyengat akan dilanjutkan kembali pada tahun 2016 mendatang.
Hal ini dikatakan Gubernur Kepri H.M Sani saat bersama wartawan di Gedung Daerah Tanjungpinang, Selasa (16/6).

"Pembangunan Monumen Bahasa yang akan kita bangun dipulau penyengat,Insyallah, akan kembali kita mulai pada tahun 2016 mendatang," kata Sani.

Pasalnya, Sani menilai sangat perlu adanya monumen yang menjadi icon serta mampu memperkenalkan lahirnya bahasa Indonesia yang berasal dari bahasa melayu di Pulau Penyengat. Apalagi, Provinsi Riau dan Negara Malaysia yang mengunakan bahasa Melayu telah mengizinkan dan mengakui bahwa Pulau Penyengat asal dari bahasa Melayu.

"Sehingga sangat perlu pembangunan monumen bahasa ini segera terealisasi. Apalagi pembangunan yang telah terhenti cukup lama," kata Sani

Nantinya, kata Sani, bahwa untuk pembangunan fisik monumen sendiri tidak dilakukan oleh Dinas Kebudayaan Provinsi Kepri (Disbud Kepri), namun pembangunan tersebut akan dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Kepri.

Selain itu, Sani juga menilai bahwa penyerahan pembangunan fisik Monumen Bahasa dari Disbud ke Dinas PU ini karena Dinas PU lebih mengerti secara teknis pembangunan. Sehingga pembangunan monumen bahasa 2016 mendatang, akan terjadi perubahan Detail Engineering Design (DED).

"DED yang dibuat jugapun nantinya harus sesuai dengan perencana konsultan yang ditunjuk," tegas Sani.

Untuk itu, Sani juga meminta dinas terkait yang ditunjuk untuk dapat benar-benar menghitung anggaran yang diperlukan sesuai dengan DED yang dibuat.

"Jangan sampai terulang lagi, pembangunan yang terhenti seperti ini," jelas Sani.

Sani berharap agar nantinya pembangunan Monumen Bahasa ini akan dapat terealisasi karena sangat penting bagi Kepri memiliki Monumen Bahasa.(cw99)



[Ikuti HaluanKepri.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar