Natuna

Tugas dan FungsiKades Natuna Bertambah

Pasca Ditetapkannya UU Desa

RANAI (HK) - Dipastikan seluruh Kepala Desa (Kades) di Natuna tahun ini jauh lebih sibuk jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Hal tersebut disebabkan diberikannya otonomi dalam hal mengelola anggaran sendiri sebagaimana yang diamanatkan undang-undang Desa.

Kepala Desa Sepempang, Haderi menyebutkan, tugasnya tahun ini otomatis bertambah karena ia sudah memegang sendiri otonomi pengelolaan
keuangan, "Tentunya pekerjaan kita sekarang semakin bertambah, karena secara logika jika anggaran lebih besar maka pekerjaan juga akan
bertambah banyak," kata Kaderi di kantornya Jalan Raya Tanjung, Kecamatan Bunguran Timur, Selasa (6/10).

Menurutnya kesibukan ini bukan hanya bertambah pada dirinya, melainkan seluruh Kades yang ada di Natuna. Tentunya kesibukan mengurus pembangunan desanya sendiri.

Kesibukan tersebut terletak pada bagaimana mengurus persyaratan untuk mendapatkan anggaran itu sendiri, dan bagaimana mengelolanya hingga mensosialisaikannya kepada warga desanya masing-masing.

"Kita perlu mempersiapkan segala persyaratan untuk dapat anggaran itu, terus kita juga harus mengelolanya sesuai aturan jadi kita harus paham betul aturannya baru kita berani laksanakan. Terus yang juga tidak kalah susahnya bagaimana memenuhi aspirasi masyarakat yang terkadang belum memahami aturan penggunaan anggaran tersebut, saya rasa cukup sibuk lah," terangnya.

Namun demikian, Haderi mengaku hingga saat ini pihaknya belum ada mengalami kendala yang berarti dalam mengelola desa dan anggarannya. Namun menurutnya memang harus didukung oleh Sumber Daya Manusia (SDM) yang benar-benar mumpuni.

"Tapi selama kita didukung oleh SDM yang mumpuni, saya rasa tak bakal ada kendala yang berat. Alhamdulillah kami di sini lancar-lancar
saja," ungkapnya.

Mengenai alokasi anggaran dari pemerintah, Haderi mengaku tidak ada masalah, selama ini lancar-lancar saja. Sesuai aturannya Anggaran Dana Desa (ADD) dialokasikan sebanyak tiga kali dalam setahun dan Dana Desa (DD) dialokasikan sebanyak empat kali dalam setahun.

"Alokasi anggaran baik ADD maupun DD lancar-lancar saja, cuma tergangtung desanya, jika desanya cepat menyelesaikan segala syaratnya
dana itu cepat dialokasian dan jika lambat maka alokasinya juga lambat. Saya rasa tergantung kitanya saja," pungkasnya.(fat)



[Ikuti HaluanKepri.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar