Karimun

Anak Punk Mulai Meresahkan

KARIMUN (HK)- Belasan anak punk yang banyak berkeliaran di Karimun terjaring razia yang digelar Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bersama Dinas Sosial Kabupaten Karimun, Sabtu (16/1) malam. Razia yang berlangsung selama dua jam, dimulai sekitar pukul 20.00 WIB tersebut dipusatkan di sekitar pelabuhan dan Coastal Area Tanjungbalai Karimun.

Razia yang melibatkan sebanyak empat tim dari Satpol PP dan Dinsos tersebut bukan hanya menyasar anak punk, melainkan juga menjarinh para gelandangan dan pengemis (gepeng) serta anak jalanan (anjal). Hanya saja, malam itu tim hanya mampu menggaruk para anak punk dan anak jalanan yang tengah berkeliaran di jalanan.
Kepala Seksi Ketentaraman dan Ketertiban (Kasi Trantib) Satpol PP Karimun Dasril mengatakan, dari hasil razia itu pihaknya menjaring 11 orang anak punk dan anak jalanan. Mereka ditemukan berkeliaran di pusat Kota Tanjungbalai, tepatnya di sekitar Jalan Nusantara dan maupun di kawasan pujasera.

"Setelah mereka terjaring, maka akan kami data dan diserahkan kepada Dinas Sosial. Nanti Dinas Sosial yang akan melakukan proses selanjutnya dengan menyerahkan kepada orang tua dan memulangkan mereka ke daerah asalnya masing-masing. Razia yang digelar ini masih bersifat persuasif, jadi belum ada sanksi," tuturnya.

Terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Karimun TS Arif Fadillah mengaku resah dengan keberadaan anak punk dan anak jalanan di seputaran Kota Karimun yang semakin ramai dijumpai belakangan ini. Kondisi ini menurutnya membuat masyarakat tidak nyaman dan merasa terganggu.

"Anak-anak punk semakin marak di Karimun. Dengan keberadaan mereka yang semakin ramai ini, maka kami sudah perintahkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk melakukan razia, kemudian mendata anak punk itu, mereka berasal dari mana dan lakukan sosialisasi agar mereka paham," ucap Arif, Sabtu (16/1) di Hotel Aston Karimun.

Kata Arif, Pemkab Karimun akan fokus mengembalikan anak-anak punk tersebut ke kampung halamannya masing-masing. Namun, sebelum itu dilakukan maka pihaknya akan menggelar rapat bersama tim dari berbagai institusi terkait di Kantor Bupati. Diharapkan, kepada Dinas Sosial dan Satpol PP bersama aparat terkait untuk dapat bekerjasama dalam menangani persoalan anak punk di Karimun.

"Memang saya akui keberadaan anak punk semakin banyak. Ini juga merupakan dampak dari daerah yang terus berkembang. Kita sebagai wilayah NKRI pun sulit untuk melarang orang untuk datang. Yang pasti mereka datang dari Batam atau tempat lain. Makany kita harus sedikit ketat dan rajin memberikan sosialisasi dan peringatan," katanya.

Untuk tindakan awal menurut Arif, dia sudah berkoordinasi dengan Kepala Satpol PP Karimun, Jefridin untuk menggerakkan kembali tim yang ada. Bahkan beberapa hari kemarin sudah menggelar rapat bersama Asisten I, Muhamad Tang.

Masuknya anak-anak punk ke Karimun tak terlepas dari lemahnya pengawasan tim Perdaduk yang ditempatkan di pelabuhan Karimun. Ketika hal itu dipertanyakan kepada Arif dia tak menampiknya. Menurutnya, tim perdaduk dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil di elabuhan tetap berjalan, hanya saja kondisinya masih lemah.

"Pengawasannya yang mungkin masih sedikit lemah. Minimal kalau dengan kondisi seperti ini kita harus mengingatkan kepada yang datang itu. Kita memang tidak menafikan bahwa penduduk kita yang berada dibawah NKRI tidak mungkin melarang orang untuk masuk dalam wilayah kita. Tapi kita menginginkan orang yang datang itu memberikan kontribusi yang positif di wilayah kita," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Arif juga berencana akan mensejalankan penertiban antara anak punk dengan penyakit masyarakat (Pekat). Untuk itu ia meminta kepada semua pengusaha hotel dan semua pihak agar bersama-sama menjaga pariwisata di Kabupaten Karimun sehingga perkembangan dan kenyamanan daerah tidak terganggu.

"Memang kita akui Karimun selain daerah industri juga sebagai daerah pariwisata yang potensinya juga cukup besar. Kita maunya hotel supaya tertib. Tidaklah membuat atau menjelekkan wajah Kabupaten Karimun. Itu harus diakui, di Jakarta pun ada wanita-wanita yang seliweran melayani tamu dari daerah manapun. Tapi ya jangan terlalu norak dan itu yang kita tidak inginkan," jelas Arif.

Untuk itu ia pun menegaskan kepada Satpol PP beserta petugas yang telah dibentuk agar segera melakukan tindakan. Ia juga berharap kepada pihak perusahaan untuk mengerti ini. "Kita ada tim pekat dan kita sudah perintahkan Satpol PP untuk segera bertindak dalam melakukan razia," pungkasnya.(ham/gan)



[Ikuti HaluanKepri.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar