Bintan

Kapolres Bintan Belum Tentukan Sikap

Pengamanan Masjid Ahmadiyah di Toapaya

BINTAN (HK)- Kapolres Bintan, AKBP Febrianto Guntur Sunoto belum menentukan sikap untuk menarik personilnya yang selama ini bertugas mengamankan masjid Baitul Awal di Kampung Simpangan Km 16 Desa Toapaya Selatan, Kecamatan Toapaya yang selama ini diketahui sebagai masjid Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI).
Pasalnya, hingga saat ini belum ada kebijakan dalam mengatasi keberadaan JAI di wilayah tersebut. Sehingga, pihak kepolisian terus menempatkan beberapa personilnya guna mengamankan masjid ahmadiyah itu.

"Jika situasi memungkinkan untuk kita tarik, ya akan kita tarik. Tetapi sampai saat ini kita masih mengambil kebijakan untuk mengamankan itu sampai kapan. Ya, kita lihat waktunya," ujar Guntur di Toapaya, Kamis (4/8).

Polisi, kata Guntur, hanya menjalankan perintah pimpinan untuk melakukan deteksi dini dalam meminimalisir gejolak dan gesekan antar umat beragama di tengah kehidupan bermasyarakat. Dalam penyelesaian kasus keberadaan JAI di kampung tersebut, merupakan wewenang pihak instansi terkait di pemerintahan.

"Kepolisian sesuai perintah pimpinan tugasnya hanya meminimalisir adanya gejolak dan gesekan antar umat beragama. Makanya sampai saat ini tetap kita amankan," tandasnya. Pengamanan yang dilakukan jajaran kepolisian untuk bersiaga di Masjid Baitul Awal, Desa Toapaya Selatan itu dilakukan sejak Jumat (19/2) lalu hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Sebelumnya, Kepala Kantor Kementrian Agama (Kakan Kemenag) Bintan, Erizal Abdullah mengatakan, isi dalam surat kesekapatan bersama di antaranya, kedua pihak sepakat akan kembali kepada keputusan bersama yang pernah difasilitasi oleh rapat mediasi Forum Komunikasi Intelejen Daerah (Forkominda), bahwa pada Tahun 2005 telah disepakati aktifitas kegiatan jemaat Ahmadiyah hanya boleh dilakukan di Desa Numbing, Kecamatan Bintan Pesisir.

"Kembali kepada kesepakatan tahun 2005 lalu, kalau mereka (JAI) hanya boleh beraktifitas di Desa Numbing saja," kata Erizal.

Selain itu, dalam kesekapatan tersebut dijelaskan bahwa JAI Bintan tidak diperkenankan melakukan aktifitas ibadah yang mengundang massa dari luar daerah tersebut di Masjid Baitul Awal yang sampai saat ini menjadi tempat ibadah aliran Ahmadiyah. "Mereka hanya boleh melakukan ibadah saja, tetapi tidak boleh melakukan aktifitas yang mengundang massa dari luar," tegas Erizal.(cw95)



[Ikuti HaluanKepri.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar