Batam

Oknum Brimob Jalani Sidang Pembunuhan

BATAM(HK) - Terdakwa Eka Dilona, anggota Brimob Polda Kepri yang menyebabkan kematian M Anwar Bapa menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Batam. Dalam sidang terungkap, kejadian ini terjadi akibat perkelahian di toilet.
Hal ini diketahui sesuai dakwaan yang di bacakan oleh Imanuel Tarigan Jaksa Penuntut Umum (JPU) di ceritakan bagaimana kronologis kejadian yang menghilangkan nyawa korban tersebut.

"Bahwa terdakwa Eka Dilona pada hari Sabtu tanggal 02April 2016 sekira pukul 01.00 Wib dalam bulan April tahun 2016 bertempat di Pujasera Golden Land Simpang Kara Kec. Batam, terdakwa sedang minum bersama dengan Taufik. Satu jam kemudian terdakwa mengirim sms kepada saksi M. Yani yang isinya “ko dimana, aku di Golden Land” dan saksi M. Yani membalas “saya sedang patroli dan habis patroli saya langsung kesana,"ucap Imanuel membacakan dakwaannya

Selanjutnya, kata Imanuel membacakan. Pada hari sabtu tanggal 02 April 2016 sekira pukul 00.25 Wib, teman – teman terdakwa yaitu saksi Erik Adong Simanjuntak (selanjutnya disebut saksi Erik), saksi Arif Prasetyo (selanjutnya disebut saksi Arif), saksi Okky Zulfiandri (selanjutnya disebut saksi Okky), saksi Hengki Juliyanto (selanjutnya disebut saksi Hengki) datang ke Pujasera Golden Land Simpng Kara Kecamatan Batam Kota, lalu terdakwa bersama dengan Taufik bergabung ke meja tempat saksi Erik, saksi Okky, saksi Hengki dan saksi Arif duduk. Kemudian sekira pukul 01.00 Wib saksi M. Yani datang ke Pujasera Golden Land Simpang Kara Kecamatan Batam Kota dan bergabung ke tempat terdakwa bersama dengan saksi Erik, saksi Okky, saksi Hengki dan saksi Arif.

Selanjutnya sekira pukul 01.30 Wib terdakwa pergi ke toilet setelah sampai di toilet terdakwa bertemu dengan saksi Hendra Agustian Pardosi (selanjutnya disebut saksi Hendra) sedang berdiri di pintu toilet tersebut, karena menghalangi jalan terdakwa maka terdakwa mendorong saksi Hendra hingga masuk kedalam toilet lalu terdakwa dan saksi Hendra berkelahi di dalam toilet selanjutnya saksi Hendra melarikan diri ke arah meja teman – temannya yang berada di depan warung di sebelah kanan toilet tersebut, kemudian teman – teman saksi Hendra yang berjumlah kurang lebih 6 (enam) orang langsung mengejar terdakwa dan memukul terdakwa secara bersama – sama sementara terdakwa berusaha lari ke arah pintu keluar namun saksi Hendra bersama dengan temannya – temannya tetap mengejar terdakwa.

Ketika terdakwa sedang berlari, saksi Erik, saksi Okky, saksi Hengki , saksi Arif dan saksi M.Yani melihat terdakwa dikejar oleh saksi Hendra kemudian langsung datang membantu terdakwa, sehingga saksi Erik, saksi Okky, saksi Hengki , saksi Arif dan saksi M.Yani berhasil mengendalikan situasi.

Selanjutnya saksi M.Yani dibantu saksi Ahmad Abas dan saksi Philipus Samon Pandai (pihak security Pujasera Golden Land) mengamankan saksi Hendra, namun tidak berapa lama tiba – tiba saksi Hendra melarikan diri kearah halte Plamo Garden kemudian saksi M.Yani bersama dengan saksi Erik mengejar saksi Hendra dengan menggunakan 1 (satu) unit sepeda motor merk Yamaha Vixion hingga ke Pos Security Perum Plamo Garden, saksi Hendra masih berusaha melarikan diri hingga di pinggir Jalan Raya depan Perumahan Plamo Garden saksi M. Yani dan saksi Erik berhasil menangkap saksi Hendra.

Tidak berapa lama saksi Arif bersama dengan terdakwa datang berboncengan dengan menggunakan 1 (satu) unit sepeda motor merk Honda type Beat Nopol : BP 3692 OA warna putih biru selanjutnya terdakwa turun dari sepeda motor Honda Beat tersebut dan mengambil 1 (satu) buah pisau lipat warna hitam dikantong celana sebelah kiri terdakwa dan terdakwa langsung menusukan pisau tersebut ke bagian dada sebelah kiri saksi Hendra sebanyak 1 (satu) kali dan pada bagian perut saksi Hendra sebanyak 1 (satu) kali. Tidak beberapa lama ANWAR BAPA LEGO Als BEM (korban) datang dengan menggunakan sepeda motor dan mengatakan “sudah bawa aja bang” lalu terdakwa langsung mengayunkan pisau lipat yang terdakwa miliki hingga mengenai leher sebelah kanan Anwar Bapa Lego.

Selanjutnya terdakwa bersama saksi Arif pergi meninggalkan tempat kejadian dan kembali ke Markas Brimob.

Bahwa telah dilakukan VISUM ET REPERTUM a.n. Anwar Bapa dengan Nomor :RM/522/RSAB/VER/IV/2016 yang dibuat pada tanggal 14April 2016 dengan Kesimpulan bahwa ditemukan luka terbuka pada leher kanan akibat kekerasan tajam. Dan berdasarkan surat keterangan kematian dari RS. AWAL BROS dengan Nomor : RSAB/2709/IV/2016 yang dibuat pada tanggal 02 April 2015 dan ditanda tangani oleh dr. Dicko .K. Pertama menerangkan bahwa M. Anwar Bapa meninggal dunia pada hari Sabtu tanggal 02 April 2016 pada jam 01.40 Wib dengan penyebab kematian DOA.

Perbuatan terdakwa diatur dan diancam pidana sebagaimana dimaksud Pasal 338 KUHPidana. Dan Pasal 351 ayat (3) KUHPidana.(cw51)



[Ikuti HaluanKepri.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar