Batam

Lakalantas Sasar Usia Produktif

police go to campusPolice & Jasa Raharja Go to Campus di Poltek

BATAM CENTRE (HK) - Kapolda Kepri Brigjen Pol Sam Budigusdian mengatakan kecelakaan lalu-lintas (Lakalantas) menyasar usia produktif antara 16 tahun hingga 30 tahun. Dari  usia tersebut,
30 persen diantaranya pelajar dan mahasiswa.

Demikian disampaikan Sam Budigusdian saat membuka secara resmi acara Police & Jasa Raharja Go to Campus, di Universitas Politeknik Batam, Selasa (20/9) pagi yang dihadiri langsung oleh Kakorlantan Irjen Agung Budi Maryoto dan Dirut Jasa Raharja Budi Setyarso SE, MM dan Direktur Politeknik Batam Dr Priyono Eko Sanyoto serta Kadispenda Kepri Isdianto.

"Kami bangga bisa mengadakan Police & Jasa Raharja Go to Campus, karena memang kecelakaan lalu lintas tidak hanya mengintai masyarakat biasa, tetapi juga pelajar dan mahasiswa," ungkapnya.

Selain sebagai pengetahuan, lanjutnya, keberadaan mahasiswa sebagai kaum intelektual harus menjadi agen penyadaran berlalulintas. Tidak hanya secara nasional angka kecelakaan tinggi, tetapi untuk Batam sendiri dengan rasio penduduk sangat tinggi angka lakalantasnya.

"Jumlahnya memang tidak terlalu besar, rata-rata satu kasus dalam sehari, tetapi dengan jumlah penduduk Batam angka tersebut sangat tinggi," ungkap Sam Budigustian.  

Di tempat yang sama, Kakorlantas Mabes Polri, Irjen pol Agung Budi Maryoto mengatakan bahwa pihaknya mengutamakan pelaksanaan pencegahan dibanding penindakan pelanggaran lalu lintas. Karenanya setiap tahun mereka melaksanakan program Polic & Jasa Raharja Go to Campus di 5 kampus di Indonesia.

"Tahun ini ada lima kampus, masing-masing di Jambi, Sulawesi Utara, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur dan Kepri yang sekarang sedang berlangsung," katanya.  Edukasi sebagai langkah preventif, lanjutnya, sebagai upaya menekan tingginya angka orang meninggal dunia karena kecelakaan di jalan raya, bahkan hingga 60 hingga 70 orang setiap harinya.

Sementara itu, Dirut Jasa Raharja Budi Setyarso dalam keynote speackernya mengatakan Jasa Raharja tidak hanya ditugaskan memberikan santunan, tetapi juga punya tanggungjawab memberikan sosialisasi berkendara dengan menggunakan pengamanan yang layak (safety riding).

"Angka kecelakan cukup tinggi, lima tahun terakhir Jasa Raharja menyantuni hingga Rp2 triliun tiap tahunnya," ungkap Budi Setyarso dalam acara yang dimotori oleh Ditlantas Polda Kepri, Rasa Raharja Kepri dan Kampus Politeknik Batam.

Selain karena angkanya yang fantastis, lanjutnya, kecelakaan lalulintas juga memberikan dampak yang cukup besar dalam keluarga.  "Kami juga memberikan kemudahan kepada semua korban, karenanya setiap kejadian agar korban segera melaporkan diri," terangnya.

Dir politeknik Batam, Eko Pranoto Sanyoto menyambut baik pelaksanaan Police and Jasa Raharja Go to Campus yang dilaksanakan di kampusnya. "Sangat ingat betul dulu ada mahasiswa tidak jadi diwisuda karena meninggal dunia dua hari sebelum wisuda karena kecelakaan lalulintas," katanya.

Karenanya, ia mengingatkan kepada mahasiswa pentingnya mematuhi aturan berlalu lintas. "Kami juga memasukkan materi berlalulintas dalam mata pelajaran kewarganegaraan," ujarnya.

Selain seminar, dalam kesempatan itu juga diperkenalkan keamanan berkendaraan (safety riding), juga dilakukan launching IRON (Informasi Kendaraan Bermotor Online) dan penyematan Pin pelopor kesadaran berlalulintas. (ays)

 



[Ikuti HaluanKepri.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar