Bintan

Bisnis Tripang di Bintan Dilirik Warga Asing

BINTAN- Keberhasilan budidaya tripang yang dilakukan masyarakat nelayan di Kecamatan Mantang, menarik minat warga Australia untuk menanamkan uangnya dalam bisnis ini. Hewan laut  yang memiliki nama latin Sea Cucumber ini, dipandang memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi di pasaran.

"Secara kebetulan warga Australia tersebut sempat melihat usaha tripang yang dilaksanakan di daerah Mantang, Karena dinilai berhasil, lalu dia ingin berinvestasi di daerah  ini," kata Baini, Ketua HNSI (Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia) Cabang  Bintan, Kamis (17/3).

Kata Baini, hewan laut lunak berbentuk lonjong seperti mentimun ini, selain bisa diolah  sebagai obat-obatan, juga sudah menjadi makanan mewah di sejumlah restoran dan hotel berbintang.  Dalam acara keagamaan  etnis Tionghoa, tripang juga termasuk santapan istimewa. Di pasaran, harga tripang cukup bervariasi tergantung jenisnya , yakni mulai Rp25 ribu smapai Rp350 ribu perkilogramnya.

Untuk pemeliharaan, menurut Baini, tidak membutuhkan sarana khusus, cukup dipelihara seperti halnya ikan kerapu di keramba. Dasar keramba juga tidak perlu di pasang  karena tripang menjadikan lumpur sebagai makanannya.   

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan  (DKP) Bintan , Tatang Suwenda saat dimintai tanggapannya,   menyambut baik adanya rencana warga Australia yang ingin berinvestasi di bisnis tripang di Bintan.

"Kalau ada investasi asing untuk meningkatkan pendapatan nelayan, tentunya kita akan mendukung sekali. Kita berharap ini dapat menjadi  mata pencarian alternatif bagi masyarakat nelayan," katanya. (edy)



[Ikuti HaluanKepri.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar