Batam

Pelaku Diikat di Batang Pohon

pelaku jambretWarga Gagalkan Aksi Jambret

BATAM (HK)- Warga berhasil menggagalkan aksi Rudi Albet, pelaku penjambretan saat beraksi di Bengkong Sadai, Rabu (4/1) sekira pukul 09.30 WIB. Karena kesal, pelaku sempat dikeroyok dan diikat di sebuah batang pohon di pinggir jalan raya sebelum diserahkan ke polsek Bengkong.

"Untung hanya dipukuli dan di ikat, kalau sempat dihajar sampai mati mau apa lagi dia," ungkap salah satu warga di lokasi penangkapan. Saat di konfirmasi ke Polsek Bengkong, Ajun Komisaris Polisi (AKP) R Harefa membenarkan kejadian ini.

"Iya betul, sekarang pelaku sedang diperiksa oleh penyidik," kata Harefa. Dia juga mengatakan kronologis kejadiannya, pada jam 09.30 WIB, Yurnalis selaku korban penjambretan hendak keluar rumah di jembatan kampung tua untuk pergi belanja dan menjemput anaknya di sekolah.

"Ketika hendak berbelok di jembatan, tiba-tiba pelaku datang dari arah belakang dengan mengendarai sepeda motor yamaha X Ride dengan Nomor polisi BP 4000 GC dan langsung menarik kalung emas korban hingga putus," ujarnya.

 

Sesaat kalung emasnya putus, korban langsung meneriaki pelaku jambret, dan dengan spontan warga yang mendengar teriakan korban langsung mengejar pelaku. Dia juga mengatakan, sebelum tertangkap oleh warga pelaku sempat jatuh dua kali.

"Saat di kejar warga, pelaku sempat jatuh dua kali dari motor, sebelum akhirnya tertangkap," katanya lagi. Akibat dari kejadian ini, korban mengaku mengalami kerugian sebesar Rp4 juta.

Dalam pengakuan pelaku, ungkap Kapolsek Bengkong, baru satu kali melancarkan aksinya, karena alasan untuk membayar uang kos yang sudah menunggak. "Dia mengaku baru satu kali melancarkan aksinya, karena kepepet untuk membayar sewa kos. Tapi, kami masih akan mendalaminya," tambahnya.

Karena aksinya ini, pelaku akan di jerat Pasal 365 KUHP tentang pencurian, dengan hukuman paling lama 9 tahun penjara. (Cw58)



[Ikuti HaluanKepri.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar